Home » Berita » Kesra » Pmberdayaan Perempuan
Jumat, 28/04/2006 17:18:02 | 2.932 hit |
Rencana Pemerintah Kirim Miss Universe di Los Angeles
Indonesia Tidak Perlu Kirim Utusan
Fraksi-PKS Online: Anggota Komisi VIII DPR RI dari FPKS Yoyoh Yusroh menyatakan, pemerintah tidak perlu mengirim delegasi putri Indonesia pada ajang Miss Universe yang akan di selenggarakan di Los Angeles, Juni mendatang. Kontes ratu cantik sedunia itu hanya untuk kepentingan bisnis dan glamour.
"Ajang itu hanya untuk memperkenalkan produk-produk kapitalis internasional . Misalnya, bikini produk perusahaan internasional tertentu, yang kemudian dipromosikan saat acara," ujar Yoyoh.
Menurutnya, ajang kontes ratu kecantikan itu tak lebih dari acara hiburan, kurang kreatif, dan tidak edukatif. "Acara seperti itu sifatnya glamour dan tidak memiliki sense of crisis. Karena itu tidak perlu mengirim utusan, " sarannya.
Selain itu, lanjut aleg PKS asal Daerah Pemilihan Jawa Barat ini, masih banyak perlombaan yang bisa diikuti Indonesia, misal, olimpiade sains dan tekonologi.
Dia menambahkan, kontes kecantikan wanita sejagad itu tak laik diperlombakan. Sebab, kecantikan itu fitrah dari Allah, yang tak bisa dirubah. "Perlombaan ini tak fair, karena kecantikan tak bisa dirubah," tegasnya.
Yoyoh menegaskan, bila Indonesia tak mengirim wakilnya dalam ajang yang sifatnya glamour itu, tidak membuat bangsa ini diremehkan bangsa lain. "Oleh karena itu kita akan minta Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan (Meneg PP) untuk tidak mengirim putri Indonesia," katanya.
Ia menambahkan, koleganya dari Fraksi Demokrat Angeline Sondakh, yang juga pernah menjadi peserta Miss Universe, juga tidak setuju. "Sebab, pada acara itu setiap peserta diwajibkan memakai pakaian bikini di depan umum," imbuh Yoyoh. (fud)
Pengirim: Handoyo Update: 30/04/2006 Oleh: Hartono