|
|
|
Kamis, 21 Desember 2006 16:20:00 | 2510 klik | |
Sambut Hari Ibu PKS Beri Award Kepada Pejuang Kesehatan Ibu
PK-Sejahtera Online: Award diberikan kepada Suster Robiah (Suster Apung). Suster Apung merupakan pemborong 3 penghargaan pada ajang EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2006 yang diselanggarakan oleh Metro TV, Media Indonesia dan Indocs.
Dalam memaknai hari Ibu yang jatuh pada tanggal 22 Desember, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi penghargaan kepada lima orang pejuang kesehatan ibu dan anak. Penghargaan diberikan dalam acara Sarasehan Nasional Bidang Kewanitaan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS, di Auditorium Utama Gedung Pegadaian Jakarta Pusat , Kamis, (21/12)
Award diberikan kepada Suster Robiah (Suster Apung) dari Puskesmas Liukang Tangaya Sulawesi Selatan. Suster Apung merupakan pemborong 3 penghargaan pada ajang EAGLE AWARDS DOCUMENTARY COMPETITION 2006 yang diselanggarakan oleh Metro TV, Media Indonesia dan Indocs.
Penghargaan juga diberikan kepada Dr. Abdulah Cholil, MPH, pencetus Gerakan Sayang Ibu, Dr Tri Setyautami, dokter teladan dari Kuala Kapuas Kalimantan Tengah, Bidan Siti Sumiat, Koordinator Pelayanan Kesehatan dari Kepulauan Seribu dan Dr. Marjati Dosen dari Kabupaten Seragen. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pelepesan sepuluh orang perempuan PKS yang akan diterjunkan ke daerah-daerah pilot projek Pos Wanita Keadilan (PWK) di seluruh Indonesia.
Hadir pada acara ini, Presiden PKS Tifatul Sembiring, Sekjen DPP PKS Anis Matta, Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Untung Wahono, Mustafa kamal, Direktur Tans TV Abdul Aziz, Perwakilan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Syafrie Nazar, Ketua Prodi Kesehatan Reproduksi FKM UI Kemal M Siregar, Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS Ledia Hanifa, Istri Menpora Mia Adhyaksa Dault dan Istri Mentri Perumahan Rakyat Siti Zaenab Yusuf.
Dalam sambutannya, Tifatul mengajak para suami untuk membahagiakan istrinya dan menghimbau semua pihak untuk menghargai pendapat para ibu dan mendukung tugas-tugasnya sebagai pendidik generasi. ” Karena ibulah yang melahirkan dan mendidik bangsa yang besar ini. Betapa banyak ibu-ibu yang berkorban demi anak dan keluarganya, bahkan tidak sedikit diantara mereka yang mempertaruhkan nyawanya” tutur Tifatul.
Sedangkan dalam sambutannya, Ledia Hanifa mengatakan bahwa memaknai hari ibu berarti mengingat kembali seluruh kesepakan perempuan Indonesia yang berkumpul pada tanggal 22 Desember 1928. Dalam kongres perempuan tersebut dinyatakan bahwa semua perempuan Indonesia siap memberi kontribusi bagi persoalan bangsa. Diantara persoalan bangsa kata Ledia adalah peduli terhadap angka kematian bayi dan ibu yang sangat tinggi. “Komitmen menurunkan angka kematian ibu dan bayi adalah bentuk partisipasi kami dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan” ujar Ledia.
Selain kader dan simpatisan PKS, hadir pada acara ini perwakilan organisasi perempuan Indonesia, diantaranya perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia, Perwakilan Walikota Jakarta Pusat dan Pengurus pusat Wanita Therevada Indonesia (Wandani), Ir. Susi Martani. Wandani adalah perhimpunan kaum wanita Budha Indonesia yang beraliran Therevada.
Susi mengatakan senang berada dalam acara peringatan hari ibu yang digegas PKS ”Senang berada di acara ini, dapat banyak mengambil manfaat, ” terang Susi. Ia pun berharap dapat membangun kerja sama dengan perempuan PKS untuk membangun kaum wanita yang kuat dan maju.
Selain Sarasehan, Kewanitaan PKS juga akan menggelar aksi serentak di 919 di seluruh Indonesia (23/12). Aksi tersebut berupa penyuluhan tentang keselamatan ibu, pemberian tablet yang mengandung zat besi, dan pemberian makanan tambahan pada ibu hamil dan menyusui. Perempuan kader PKS di seluruh Nusantara bergerak dan mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik kaum perempuan maupun laki-laki untuk peduli dan menyayangi kaum ibu.
Pengirim: Ningsih Update: 21/12/2006 Oleh: Ningsih
|
|
|
|